Kamis, 26 Maret 2020

Ini Dia Penyebab Anak Sering Diare dan Cara Tanya Dokter Anak Paling Cepat untuk Solusinya

Tanya Dokter Anak

Jika ditanyakan pada banyak orang tua, penyakit apa yang sering diderita si kecil, pasti diare atau mencret menjadi salah satunya. Masalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan naiknya frekuensi buang air besar dalam bentuk yang lembek atau cair ini bahkan bisa menjadi langganan di saat-saat tertentu misalnya di musim hujan. Meski begitu, sebenarnya penyakit diare ini bisa juga menyerang orang dewasa dengan gejala seperti pada anak-anak. lebih bahaya lagi, diare juga bisa terjadi pada bayi dan balita sehingga penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan. Bagi Anda yang memiliki anak sering mengalami diare, berikut ini adalah berbagai penyebabnya dan bagaimana cara tanya dokter anak paling cepat untuk mengetahui pengobatan pertama bagi anak dengan kondisi diare:

1. Keracunan makanan.
Makanan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh manusia terutama saluran pencernaan. Anak yang sering mengalami diare besar kemungkinan karena keracunan makanan apalagi anak yang sudah bisa makan makanan padat serta memiliki usia sekolah sehingga sering jajan sembarangan. Makanan yang dapat menularkan racun adalah makanan mentah, makanan yang terkontaminasi kuman dan makanan yang disajikan dengan tidak benar atau kotor. Kotornya makanan ini bisa dari cara pengolahannya, cara pemasaran hingga cara penyajian. Diare akibat keracunan makanan memiliki gejala perut sakit melilit dan anak bisa mengalami muntah-muntah.

2. Kontaminasi lingkungan.
Selain dari makanan, faktor lingkungan adalah faktor terbesar kedua yang menyebabkan anak mengalami diare. Lingkungan bermain anak yang kurang terjaga kebersihannya dapat menularkan kuman kepada si kecil. Misalnya area bermain yang tidak pernah dibersihkan, dapat mengkontaminasi telapak tangan si kecil yang kemudian ia gunakan untuk memegang makanan. Kuman masuk melalui mulut dan menyebabkan gangguan pencernaan yaitu diare.

3. Obat-obatan tertentu.
Mengkonsumsi obat tertentu juga dapat menimbulkan efek samping diare misalnya pada antibiotika yang berpotensi membunuh bakteri baik di usus pencegah diare. Jika Anda ingin memberikan obat pada anak, sebaiknya tanya dokter terlebih dahulu obat apa yang sesuai dan apa saja efek samping yang mungkin ditimbulkan sehingga anda dapat melakukan antisipasi.

4. Alergi makanan.
Diare juga bisa terjadi akibat adanya reaksi alergi makanan pada anak. Makanan yang bisa menyebabkan alergi hingga menjadi penyebab diare biasanya adalah susu dan produknya, telur, kacang-kacangan, coklat, dan gandum. Jika anak diare setelah mengkonsumsi makanan tersebut dan terus berulang setiap kali mengkonsumsinya, bisa jadi anak Anda memiliki alergi makanan hingga lebih baik langsung dikonsultasikan pada dokter.

5. Penyakit tertentu.
Diare juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit tertentu misalnya tipes, penyakit Celiac dan penyakit Bowel. Jika ini menjadi penyebabnya, maka mengobati penyakit induk dengan sendirinya akan menghentikan diare.

Berbagai penyebab diare di atas, menjadi penyebab yang paling sering terjadi pada anak-anak. Namun selain itu, kekebalan tubuh anak yang masih rentan menjadi penyebab yang paling utama. Karenanya, lindungi si kecil dengan memberikan makanan dan minuman bergizi untuk menguatkan sistem imun tubuhnya sehingga dapat melawan bibit penyakit. Jika anak Anda diare, segera konsultasi dengan dokter anak untuk mencari solusi yang tepat. Butuh konsultasi dengan cepat dan mudah? Manfaatkan aplikasi Halodoc yang bisa memberi Anda keleluasaan berkonsultasi dengan dokter tanpa harus mengantri ke rumah sakit. Tanya dokter anak di Halodoc untuk penanganan diare yang tepat sesuai dengan gejala di kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar