Senin, 13 Januari 2020

Waspada, Inilah Gejala Umum Penyakit Tangan Kaki dan Mulut

Penyakit kaki tangan dan mulut
www.idai.or.id

Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau sering dikenal dengan penyakit tangan kaki mulut adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Enterovirus. Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71) adalah spesies enterovirus yang paling sering menyebabkan HFMD. 

Gejala umum penyakit tangan kaki dan mulut adalah demam, nyeri tenggorokan/menelan, nafsu makan yang menurun, dan rasa nyeri bahkan tidak enak badan. Setelah mengalami demam 1 hingga 2 hari, bintik-bintik merah di rongga mulut akan muncul (umumnya berawal di bagian belakang langit-langit mulut) yang kemudian pecah menjadi sariawan. Lalu, 1-2 hari akan muncul juga ruam-ruam kulit dan bintik-bintik merah di telapak tangan dan kaki. 

Kelainan selaput lendir dan kulit pada penyakit ini berkaitan dengan rongga mulut, telapak tangan dan kaki, tetapi ruam juga bisa terjadi di lengan, tungkai, bokong dan kulit yang ada di sekitar kemaluan. Infeksi virus HFMD mungkin bisa menyerang orang dewasa yang mempunyai sistem kekebalan tubuh baik tetapi biasanya mereka tidak menunjukkan gejala apa pun (asimtomatik). Orang – orang pada kelompok ini tidak termasuk sebagai penderita tetapi mempunyai potensi sebagai pembawa (carrier) dari virus HFMD yang menyebarkan virus ini.

Gejala umum penyakit kaki tangan dan mulut diawali dengan deman, dan bintik – bintik merah berupa ruam kulit. Rasa sakit dan gejala akan hilang dalam waktu sekitar 7 hari setelah gejala awal penyakit terjadi. Meskipun sudah sembuh, virus masih ada di dalam tubuh penderita yang mengalami penyakit ini. Penularan masih bisa terjadi melalui tinja.

Pada umumnya gejala penyakit kaki tangan dan mulut tergolong gejala yang ringan. Pada beberapa kasus, HFMD bisa menyebabkan komplikasi atau gangguan yang tergolong berat. Adanya lesi di daerah mulut bisa menyebabkan kesulitan minum dan makan. Kondisi ini menyebabkan anak mengalami dehidrasi. Dari beberapa kasus yang dilaporkan, penderita yang mengalami kasus yang tergolong berat yaitu berupa meningitis (radang selaput otak) dan ensefalitis dimana kondisi ini menyebabkan pasien dirawat secara intensif, kondisi yang paling buruk yaitu berupa kematian. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa HEV 71 adalah strain yang paling sering menjaddi penyebab HFMD dengan kategori berat. Dari kasus yang lain, HFMD bisa menyebabkan komplikasi yang berupa lepasnya kuku pada jari tangan dan kaki. Kondisi ini terjadi beberapa minggu setelah fase akut HFMD. Kelainan ini bersifat sementara dan kuku bisa tumbuh kembali.

Penderita HFMD bisa menyebarkan virus HFMD melalui beberapa cara seperti sekret/cairan hidung (ingus), tenggorokan (ludah, dahak), lesi kulit yang pecah, dan dari tinja. Apabila terdapat kontak erat dengan penderita maka penyebaran akan mudah terjadi melalui berbagai cara misalnya berbicara, memeluk, mencium, bersin, batuk, kontak dengan kotoran, dll. Pada minggu pertama sakit adalah masa dimana virus sangat mudah ditularkan. Sebagian penderita masih bisa menularkan virus dalam beberapa hari atau minggu meskipun gejala sudah hilang ddan sembuh.

Penyakit kaki tangan dan mulut belum memiliki pengobatan yang khusus, efektif dan efisien. Pengobatan yang masih bisa dilakukan bersifat simptomatik. Langkah pengobatan tersebut dilakukan untuk mengatasi keluhan yang ditimbulkan. Obat yang bisa dipilih yaitu parasetamol untuk mengatasi deman dan rasa nyeri. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan kompres air hangat dan memberikan minum dengan skala lebih sering. Cara ini membantu menurunkan demam pada anak. Jika usia anak sudah cukup besar, cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan kumur – kumur menggunakan obat kumur yang bisa mengurangi rasa nyeri karena luka – luka di mulut.

Sumber :
www.idai.or.id
www.tirto.id

1 komentar: