Minggu, 24 November 2019

Keuntungan Menjanjikan, Budidaya Belut Banjar Semakin Diminati

Budidaya Belut

Bagi warga Indonesia, tentu sudah kenal dengan hewan licin yang satu ini. Belut merupakan salah satu lauk yang digemari, karena dagingnya yang gurih dan mengandung banyak manfaat untuk tubuh kita. Namun, nyatanya budidaya belut mulai memasuki kategori langka di Indonesia. 

Sawah yang terus mengalami kerusakan, tentu berpengaruh kepada jumlah belut. Melihat permasalahan tersebut, bisnis budidaya hewan ini pun mulai digemari di Banjar. 

Kerusakan Lingkungan Pengaruhi Jumlah Belut 
Belut adalah salah satu  makanan yang banyak digemari masyarakat Indonesia, dagingnya yang gurih dan sangat mudah untuk diolah membuat belut menjadi favorit Tanah Air. Namun budidaya hewan yang bernama latin Synbranchidae ini, terbilang cukup langka. Mengapa bisa begitu ?

Sebelumnya belut banyak ditemukan di area persawahan, namun saat ini keberadaan belut di sekitar sawah menurun dengan drastis. Bahkan bisa dibilang keberadaan belut di sawah mulai menjadi langka, hal ini karena terjadi kerusakan lingkungan yang sangat parah. Tentunya belut tidak akan bisa hidup, apabila lingkungan tidak menjamin keberadaan dari belut. 

Kelangkaan dari belut tersebut, tentu cukup berpengaruh kepada masyarakat baik konsumen maupun penjual belut. Karena dengan peminatnya cukup banyak, dengan kelangkaan tersebut membuat pasokan belut tidak cukup jika hanya mengandalkan tangkapan alam saja. Oleh karena itu, saat ini banyak orang tertarik untuk menggeluti bisnis budidaya belut. 

Belut Miliki Banyak Manfaat
Belut merupakan hewan yang aman untuk dikonsumsi siapa saja, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Daging belut memang dipercaya memiliki manfaat nutrisi yang sangat tinggi, sehingga sebagian besar dari orang tua di Indonesia akan memberikan belut kepada anaknya. Belut sendiri dipercaya masyarakat mampu meningkatkan kecerdasan, dan daya tahan tubuh. 

Daging belut juga dipercaya mampu memberikan vitalitas bagi tubuh, tidak hanya manusia daging belut juga mampu memberikan energi untuk ayam bangkok. Sehingga dari daging satu hewan ini sangat bermanfaat tidak hanya untuk manusia, namun juga untuk hewan peliharaan kita. 

Melihat banyaknya minat pasar akan belut, tentu tidak akan bisa terpenuhi jika hanya mengandalkan tangkapan alam. Apalagi saat ini belut yang tinggal di area persawahan mulai menurun, bahkan masuk ke dalam kategori langka. 

Permasalahan ini bisa dimanfaatkan, untuk menjadi lahan usaha yang juga memberikan solusi bagi masyarakat. Hal itu pula, yang mulai dilakukan oleh beberapa warga di Kota Banjar. 

Warga Banjar Mulai Budidayakan Belut
Dilansir dari harapanrakyat.com saat ini ada beberapa pelaku usaha di kota Banjar, yang mulai bisnis budidaya belut sawah. Salah satunya adalah seorang warga Dusun Sinargali, dimana ia membudidayakan belut di kolam sekitar rumahnya. Usaha yang digeluti oleh Sendika (37) itu, diawali dengan kegemarannya yang menyukai daging belut. 

Daging belut memang tergolong mahal, per kilonya saja bisa mencapai Rp 40 ribu pada hari biasa. Apalagi pada hari besar, bisa jadi harganya mencapai Rp 90 ribu per kilogramya. Dari kenyataan itu, membuat Sendika memutuskan untuk membudidayakan sendiri belut sawah. Dengan menangkar belut, tidak hanya bisa menikmati setiap hari namun juga bisa dijual. 

Warga kota Banjar tersebut mempelajari cara budidaya belut dengan membaca, serta berkonsultasi dengan pada pembudidaya melalui media sosial. Teori yang dipelajari dari media sosial atau buku, langsung ia praktikkan dengan membuat kolam di pekarangan rumahnya. Dimulai dengan menangkap dan membeli sendiri belut sawah, kini belut miliknya sudah bertelur dan bertambah banyak. 

Dari 2 kilogram belut yang dibeli dan ditangkap, kini sudah bertambah menjadi 37 kilogram dalam waktu 1 tahun saja. Dari bisnis budidaya ini, Sendika mampu meraih untung yang cukup tinggi. Untuk 1 kilogram bibit belut diberikan harga Rp 125 ribu rupiah, dengan jumlah 240 hingga 300 ekor. Sedangkan untuk belut siap konsumsi diberikan harga Rp 90 ribu rupiah, dengan jumlah 8 hingga 12 ekor. 

Melihat minat pasar yang tinggi terhadap belut, sudah pasti bisnis budidaya hewan ini sangat menjanjikan. Apalagi pada dasarnya harga belut memang cukup tinggi, sehingga pengusaha mampu meraih untung dengan bisnis budidaya ini. Tentunya dalam membudidayakan belut, pengusaha harus merawat serta memberikan hasil belut yang sehat dan berkualitas.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar