Selasa, 23 Juli 2019

Waspada, Ini Penyakit Yang Sering Datang Saat Pancaroba

Musim pancaroba merupakan masa peralihan dari satu musim ke musim lainnya. Pada musim ini, umumnya cuaca menjadi tak menentu, sehingga memaksa tubuh untuk menyesuaikan diri dalam waktu yang cepat. Akibatnya, daya tahan tubuh bisa terganggu. Tak heran bila musim pancaroba sering kali dikaitkan dengan munculnya berbagai penyakit, terutama pada anak-anak.

Pancaroba

Memang anak usia balita (bawah lima tahun) merupakan salah satu kalangan yang rentan mengalami infeksi virus selama musim pancaroba, meski tidak menutup kemungkinan bisa menjangkiti orang dewasa.

Beberapa penyakit yang biasanya sering datang saat pancoroba adalah:

Influenza
Berdasarkan sebuah studi mengenai virus influenza atau flu yang menjangkiti anak-anak, diketahui kasus terbanyak terjadi saat musim hujan, termasuk di Indonesia. Virus ini akan menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Pada umumnya, flu bisa sembuh dengan sendirinya. Namun pada anak balita, terutama anak berusia di bawah 2 tahun, dan lansia di atas 65 tahun, penyakit musim pancaroba ini bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Demam berdarah dengue (DBD)
Saat musim pancaroba, terutama awal memasuki musim penghujan, kasus demam berdarah atau DBD di berbagai daerah mengalami peningkatan. Hal ini mungkin disebabkan karena  virus dengue dapat bertahan di iklim tropis dan semakin berkembang saat musim hujan.

DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi oleh virus dengue. Gejala DBD antara lain demam tinggi secara tiba-tiba, sakit kepala parah, nyeri di bagian belakang mata, nyeri otot dan sendi, lemas, mual, muntah, mudah memar, munculnya bintik-bintik di kulit, hingga perdarahan ringan di sekitar gusi dan hidung. Yang perlu diwaspadai adalah komplikasi dari DBD, yaitu perdarahan berat, syok, hingga kematian.

Untuk mengurangi risiko terkena DBD, penting untuk mencegah perkembangan populasi nyamuk. Hal ini dapat dilakukan dengan menyingkirkan barang-barang yang bisa menjadi sarang nyamuk, seperti kaleng, pot, atau ban bekas yang menampung air hujan. Jangan lupa juga untuk membersihkan bak mandi atau tempat minum binatang peliharaan secara teratur, serta menutupnya secara rapat.

Zika
Sama halnya dengan DBD, virus zika menyebar melalui gigitan nyamuk, namun bisa pula ditularkan melalui hubungan seksual dan transfusi darah. Gejala yang terjadi jika terjangkit virus ini adalah, akan mengalami demam, nyeri sendi, sakit kepala, ruam, gatal di seluruh tubuh, mata merah, nyeri otot, nyeri punggung, hingga nyeri pada bagian belakang mata.

Gejala tersebut biasanya terjadi sekitar tujuh hari dan akan hilang dengan sendirinya. Disarankan untuk beristirahat yang cukup dan mengonsumsi banyak air putih untuk meringankan gejala yang muncul.

Nah agar berbagai penyakit yang sering terjadi saat pencaroba tidak mudah menjangkit pada anak, ada beberapa hal bisa dilakukan, seperti:

Biasakan anak untuk mencuci tangan
Mencuci tangan merupakan hal sederhana yang memegang peranan penting dalam mencegah penularan penyakit. Ajari anak Anda untuk mencuci tangan dengan benar. Biasakan ia mencuci tangannya dengan rutin, terutama sebelum dan sesudah makan, setelah buang air kecil dan buang air besar, setelah memegang hewan peliharaan, dan setelah bermain di luar rumah.

Pastikan anak cukup tidur
Kualitas dan kuantitas tidur anak sangat memengaruhi kondisi kesehatannya, terutama saat musim pancaroba. Oleh karena itu, pastikan Si Kecil cukup tidur. Lamanya waktu tidur yang dianjurkan pada anak berbeda-beda, sesuai dengan usianya. Anak berusia 3-5 tahun membutuhkan tidur selama 10-13 jam per hari, sedangkan anak usia 6-13 tahun perlu tidur selama 9-11 jam per hari.

Ajak anak tetap aktif
Musim pancaroba seharusnya tidak menghalangi Si Kecil untuk beraktivitas. Anak justru dianjurkan untuk tetap aktif bergerak, misalnya dengan bermain atau berolahraga. Alasannya adalah karena aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh anak, serta membantu tumbuh kembangnya. Dan yang tak kalah penting adalah

Menjaga kebersihan
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah yang penting untuk menjaga kesehatan, khususnya di musim pancaroba. Kuman penyebab penyakit, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit, dapat menempel pada kotoran dan debu di dalam rumah, serta pada pakaian dan permukaan tubuh setelah beraktivitas di luar rumah. Bila kebersihan dirinya terjaga, anak dapat terhindar dari beragam penyebab penyakit tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar