Senin, 01 April 2019

Tips Aman Menjadi Nasabah Pinjaman Online

Syarat peminjaman yang mudah dan suku bunga yang diklaim tidak sebesar perbankan, membuat pinjaman online belakangan jadi pilihan bagi masyarakat yang memerlukan dana segar dalam waktu cepat. Apalagi yang tidak ingin dipersulit dengan urusan bolak-balik bank.
 Pinjaman Online

Hal ini yang akhirnya mendasari munculnya berbagai platform pinjaman online yang akhirnya sangat diminati oleh masyarakat Indonesia saat ini. Tak sedikit yang akhirnya memutuskan untuk meminjam lewat aplikasi hanya dengan bermodalkan kuota internet untuk mengunduh di Play Store, kemudian memotret KTP sebagai syarat.

Tapi jangan salah, dari sekitar 100 lebih aplikasi pinjaman yang kami temukan di Play Store, tidak semuanya legal atau terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lembaga tersebut hingga saat ini, hanya mengakui keberadaan dan aktivitas 64 perusahaan fintech. Secara otomatis, jika tidak terdaftar maka sebagian besar aplikasi yang dapat diunduh belum tentu menguntungkan. Bisa jadi malah merugikan anda sebagai calon nasabah karena penyedia pinjaman anda justru merupakan perusahaan investasi bodong.

Sebelum merugi, yuk kita simak informasi berikut untuk memastikan anda tidak akan menjadi korban dari aplikasi pinjaman yang terlibat dalam investasi bodong. 

Pinjam di Bank

Biasanya syarat yang diperlukan cukup rumit dan anda perlu datang ke bank terdekat untuk memenuhi prosesnya. Mulai dari wajib melampirkan dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, Kartu Kredit (kalau ada), nomor telepon pribadi dan kerabat, jaminan, hingga menjalani proses survey dari pihak bank.

Kadang tingkat suku bunga juga terbilang tinggi, yakni di atas 1 persen. Namun bukan tanpa alasan, kredit atau pinjaman yang anda ajukan rupanya turut mempengaruhi besaran suku bunga yang harus anda bayarkan tiap bulan. Jika anda memiliki jaminan yang nilainya besar, bukan tidak mungkin besaran pinjaman juga akan lebih besar dengan suku bunga yang rendah. Sebaliknya, jika anda hanya punya jaminan kecil, bisa jadi suku bunga yang jadi kewajiban anda  juga lebih besar. 

Meskipun diakui sangat rumit dan belum tentu berujung pada persetujuan terhadap pinjaman yang diajukan, namun meminjam atau berutang di bank jauh lebih aman dari berbagai risiko. Setidaknya, bank yang anda jadi nasabahnya tidak mungkin akan bangkrut dalam waktu dekat, bukan? 

Pinjaman Online

Sementara itu, pinjaman jenis ini banyak diklaim kemudahannya oleh para nasabah. Benarkah demikian? Tidak juga. Kendati mudah dari segi syarat, namun anda juga harus berhati-hati ketika meng-install aplikasi pinjaman. Akan muncul notifikasi yang meminta persetujuan anda agar aplikasi tersebut dapat mengakses data diri kita, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan tersebut.

Ini yang harus anda waspadai. Tak sekedar data pribadi, seringkali akses kontak juga diminta oleh aplikasi. Hal ini yang nantinya menjadi senjata pihak penyedia jasa pinjaman, agar dapat menagih kewajiban anda dengan menyebarkan pesan singkat ke seluruh kontak, agar mereka mengingatkan anda terhadap kewajiban yang harus dibayar. Ngeri, bukan? Pinjaman yang tidak seberapa harus dibayar dengan rasa malu karena disebarluaskan kepada rekan-rekan yang kontaknya kita simpan.

Bukan sekali dua kali, sudah banyak kejadian yang dibagikan di media sosial, di mana nasabah merasa dipermalukan di hadapan para koleganya yang menerima pesan singkat berisi jumlah utang. Bahkan beberapa di antaranya juga mengalami pengalaman buruk, yakni ditagih dengan gaya debt collector yang meneror dengan berbagai cara. 

Tidak ada yang salah dengan meminjam uang atau membeli dengan cara kredit, namun anda juga harus waspada dengan penyedia jasa pinjaman yang dikhawatirkan akan merugikan diri sendiri. Apalagi jika rahasia pribadi sampai disebarluaskan kepada semua orang yang mengenal anda. 

Kendati memiliki sisi positif dan negatif masing-masing, aturan main dari pinjaman tetap sama, baik di bank ataupun perusahaan fintech yang berbasis aplikasi. Jika berhutang, anda tetap harus membayar kewajiban tersebut sesuai dengan perjanjian. Jika saat tanggal jatuh tempo anda masih menunda pembayaran, tentu saja akan ada pihak-pihak yang mengingatkan atas kewajiban tersebut. Kalau tetap ngeyel, bukan tidak mungkin akan ada cara yang lebih keras yang diterapkan agar anda segera melunasi pinjaman. 

Hanya saja ada beberapa cara yang tentunya berbeda. Jika pihak bank akan menggunakan cara yang lebih santun, perusahaan penyedia pinjaman berbasis aplikasi sedikit lebih keras. Bahkan menurut beberapa nasabah yang pernah menunggak, mereka sempat menerima sikap tidak ramah dan kasar, dengan disertai caci maki dari debt collector. Sekilas memang tak kalah kasar dari rentenir. Namun jika dilihat lagi, hal itu seharusnya dapat diperhitungkan terlebih dahulu oleh kita, si calon nasabah yang memerlukan layanannya. 

Kalaupun anda juga sangat ingin meminjam uang dengan aplikasi tersebut, pilihlah yang terdaftar di situs resmi OJK, atau setidaknya memiliki kredibilitas cukup baik melalui rating di Play Store. Kalau sudah terdaftar di OJK, biasanya perusahaan yang bersangkutan sudah mengikuti tata cara yang berlaku seperti di perbankan, yakni besaran bunga yang tidak boleh lebih dari 30 persen dan tata cara penagihan yang lebih santun serta manusiawi.

Cek sebelum melakukan pinjaman online di https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online . Cara lain agar terhindar dari penagihan ala debt collector? Tentu saja jangan bermudah-mudah mengambil pinjaman, apalagi yang hanya ingin memenuhi hasrat dan gaya hidup saja. Ingat, hidup tak hanya soal gaya! 

2 komentar:

  1. Nama saya Ahmad charis. Saya mengalami trauma keuangan karena saya ditipu dan ditipu oleh banyak perusahaan pinjaman online dan saya pikir tidak ada yang baik dari transaksi online tetapi semua keraguan saya segera hilang ketika teman saya memperkenalkan saya. untuk Ibu pada awalnya saya pikir itu masih akan menjadi permainan membosankan yang sama saya harus memaksakan diri untuk mengikuti semua proses karena mereka tiba di kejutan terbesar saya setelah memenuhi semua persyaratan karena permintaan oleh proses saya bisa mendapatkan pinjaman 450 juta di rekening Bank Mandiri (BMA)) Saya waspada ketika sedang menggunakan ponsel, saya tidak pernah percaya, ternyata saya bergegas ke bank untuk memastikan itu benar. Untuk mengkonfirmasi dari saya? Anda dapat menghubungi saya melalui surat saya: {ahmadchris1991@gmail.com} dan Anda juga dapat menghubungi perusahaan; SANDRA WALKER LOAN FIRM (perusahaan pinjaman sandra) melalui: mail ;; sandrawalkerloan1@gmail.com

    BalasHapus